oleh

Pencanangan Desa Lolu Kecamatan Sig Biromaru, Desa penghasil Palawija Jadi Simbol Kebangkitan Petani

Sigi, Sulawesi Tengah – Wakil Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Samuel Y Pongi mengemukakan pencanangan Desa Lolu Kecamatan Sig Biromaru, sebagai desa penghasil palawija menjadi simbol kebangkitan petani, pascagempa dan pandemi COVID-19.

“Desa palawija ini bisa menjadi penyemangat masyarakat untuk bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi setelah wilayah ini dilanda gempa dan disusul pandemi COVID-19,” kata Samuel Pongi, di Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Selasa.

Usai melakukan penanaman perdana cabai bersama petani yang tergabung dalam Gapoktan Beringin Jaya, Samuel mengatakan Pemkab Sigi memberikan bantuan bagi petani penghasil palawija demi pemenuhan kebutuhan pangan.

Baca Juga  Huawei Nilai Akan Banyak Perusahaan Adopsi Teknologi Cloud

Bentuk dukungan terhadap petani dengan melakukan perbaikan pada lahan-lahan potensial pertanian, yang bergelombang karena terdampak gempa dan pergeseran tanah.

“Untuk perataan tanah atau lahan kami butuh surat dari Gapoktan Beringin Jaya mengenai berapa luas lahan yang harus digusur untuk diratakan,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Sigi juga akan memberikan dukungan berupa pembangunan sumur dangkal, yang berfungsi menyuplai air ke lahan pertanian.

Baca Juga  Kunjungan Pimpinan Gereja Interdenominasi

“Ini juga kami butuh data dari petani dan pemerintah desa, berapa kebutuhan sumur dangkal,” ujarnya.

Pemkab Sigi juga memberikan alat mesin pertanian berupa traktor tangan, namun belum maksimal digunakan karena tanah/lahan pertanian yang masih bergelombang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Sigi Mulyadi mengemukakan bahwa, petani di Desa Lolu sedang menanam tanaman palawija yang salah satu jenis komiditinya ialah cabai.

Lahan pertanian cabai di Kabupaten Sigi disiapkan sekitar 450 hektare. Target penanaman cabai tahun 2021 mencapai 100 hektare.

Baca Juga  KRL Beroperasi di Yogyakarta-Solo, KRL Joglo Produksi INKA

“Untuk Desa Lolu ditargetkan penanaman cabai mencapai 20 hektare. Saat ini sudah melebihi target, karena penanaman dari Januari – Februari telah memasuki 21 hektare,” ungkapnya.

Petani, secara swadaya membangun sumur dangkal untuk memaksimalkan penanaman cabai di wilayah pertanian mereka, yang dikoordinir oleh Gapoktan Beringin Jaya.

Ia menambahkan bahwa, agar lahan pertanian semuanya bisa diolah, maka perlu perataan menggunakan alat berat. (*/cr6)

Sumber: sulteng.antaranews.com

 

Komentar

News Feed