oleh

Daisy Indira Yasmine: Pandemic Fatique Atau Demotivasi, Sebagian Masyarakat Untuk Ikuti Protokol Kesehatan

Jakarta – Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Daisy Indira Yasmine mengatakan bahwa pandemic fatique atau demotivasi sebagian masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Satu tahun penuh masyarakat Indonesia hidup di tengah pandemi dan berusaha beradaptasi mulai dari cara bersosialisasi hingga kesadaran gaya hidup. Situasi yang tidak menentu yang belum jelas kapan akan berakhir telah membuat sebagian orang mulai kelelahan.

Pandemic fatigue pun tidak muncul secara terus-menerus. Melainkan datang dan pergi sesuai dengan pengalaman yang dirasakan seseorang dalam pandemi COVID-19.” kata Daisy “Refleksi Setahun Pandemi: Masyarakat Semakin Abai atau Peduli.”

Baca Juga  Berterima Kasih ke SMSI Sumut Telah Donorkan Darah, PMI Medan: Selamat HUT ke-7 SMSI

Menurut Daisy, pandemic fatigue merupakan rasa jenuh terhadap perubahan aktivitas selama pandemi Covid-19 yang bisa dialami oleh siapa saja.

“Bisa sebulan mulai jenuh dan lalai sama protokol kesehatan tapi kalau dengar informasi atau berita baru mulai takut lagi, bisa dari waktu ke waktu dan tiap orang beda,” katanya.

Daisy mengatakan seseorang yang mengalami pandemic fatigue biasanya karena merasa sudah sangat bosan dan cenderung pasrah terhadap keadaan. Orang tersebut sudah tidak peduli lagi akan terkena Covid-19 atau tidak.

Baca Juga  GAYA HIDUP: PKS Puji Ketegasan KASAD Dudung yang Minta Jajarannya Hindari Gaya Hidup Mewah Demi Jaga Marwah Prajurit TNI AD

“Ada juga efek dari pandemi fatigue jadi stres karena tekanannya terlalu kuat untuk melakukan perubahan terus tidak bisa menjalani hidup kapan akan berakhir, malah akan mengganggu kesehatan mentalnya akhirnya,” ujar Daisy.

Pandemi fatigue sendiri sebenarnya adalah situasi yang sudah terduga atau terprediksi terutama saat terjadi krisis kesehatan publik.

Dalam merefleksikan satu tahun pandemi Covid-19 khususnya di Indonesia, masyarakat sudah mengalami pandemic fatigue. Hal ini ditandai dengan naik-turunnya angka kasus positif COVID-19.

Untuk mengatasi pandemic fatigue menurut Daisy, perlu regulasi yang berfokus pada manusia atau masyarakat. Melakukan penelitian dan pengumpulan data untuk membuat kebijakan sesuai dengan kelompok sasaran.

Baca Juga  MTsN 1 Parigi Bantu Korban Kebakaran

Kemudian, melibatkan anggota masyarakat dan komunitas sebagai bagian dari solusi bukan sebagai obyek kebijakan. Bagaimana membuat masyarakat tetap bisa menjalankan kehidupannya, namun dengan edukasi dan regulasi tentang pengurangan risiko tertular dan penyebaran virus.

Pembuat kebijakan harus memahami kesulitan hidup dan dampak yang dihadapi oleh masyarakat atau membuat regulasi khusus mereka yang sangat terdampak. (*/cr6)

sumber: sulteng.antaranews.com

Komentar

News Feed