oleh

MTQ XXXI Sulteng Resmi Dibuka di Sigi, Dorong Lahirkan Generasi Qur’ani dan Perkuat Harmoni

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 resmi dibuka di Taman Likuifaksi, Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Ahad (7/6/2026). Kegiatan ini diikuti kafilah dari 13 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.

Pembukaan ditandai dengan penabuhan bedug dan penekanan sirene oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Reny Lamadjido, Kakanwil Kemenag Sulteng Junaidin, Bupati Sigi, serta unsur Forkopimda.

Sejumlah kepala daerah, Ketua DPRD Sulteng, Sekretaris Daerah Provinsi, Ketua LPTQ, Ketua MUI, dewan hakim, tokoh agama, tokoh adat, serta ribuan peserta dan kafilah turut menghadiri pembukaan kegiatan tersebut.

Baca Juga  Bertemu Kader Gerindra Malaysia, Himmatul Aliyah: Mari Kita Wujudkan 2024 Prabowo Presiden

Kakanwil Kemenag Sulteng, Junaidin, mengatakan MTQ bukan hanya ajang lomba membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana pembinaan untuk melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an dan mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat.

“MTQ adalah perayaan peradaban dan momentum menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, MTQ XXXI mengusung tema “Berani Membangun Generasi Cinta Qur’ani dan Memperkuat Harmoni dalam Keberagaman Sulteng Nambaso Pakaroso”, yang mencerminkan upaya membangun generasi religius, moderat, dan berdaya saing di tengah keberagaman.

Baca Juga  Pengurus SMSI, LBH SMSI dan MCM Provinsi Kalsel Resmi Dilantik

Menurutnya, pelaksanaan MTQ juga menjadi bagian dari Program Berani Berkah yang menekankan pembangunan berbasis nilai spiritual dan keberkahan.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengajak masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dengan membiasakan membaca dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Minimal satu halaman setiap hari kita baca, karena Al-Qur’an menjadi petunjuk dalam kehidupan kita,” kata Anwar.

Ia menegaskan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana meningkatkan kemampuan, pemahaman, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Ia juga meminta dewan hakim menjalankan tugas secara objektif, profesional, dan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  Komisi I DPR Dukung Gerak Cepat KSAD Dudung Atasi Masalah Papua

“Penilaian harus dilakukan secara jujur dan tidak memihak,” tegasnya.

Anwar berharap MTQ XXXI dapat memperkuat Gerakan BAKU SAYANG (Bersama Al-Qur’an Sulawesi Tengah Aman, Jaya, dan Menang) sebagai upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

MTQ XXXI Sulteng mempertandingkan berbagai cabang, di antaranya tilawah, tartil, qira’at, tahfiz, tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi, dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), dengan peserta dari 13 kabupaten dan kota.

News Feed